Lumpur Lapindo: Kalahnya Negara Oleh Korporasi
30 May 2009 – 14:31 | 2 Comments

Tepat tanggal 29 Mei 2006, tiga tahun yang lalu bencana yang menimpa warga Porong, Jawa Timur  terjadi. Sebuah sumur pengeboran, Banjar Panji-1 milik PT. Lapindo Brantas menyemburkan lumpur yang kemudian merendam wilayah di sekitarnya. Akibatnya, …

Read the full story »
Budaya

manusialah yang membangun kebudayaan dan sebaliknya budayalah yang membentuk manusia hingga akhir zaman

Galeri

fragmen kehidupan dituangkan dalam berbagai media yang menyatukan manusia, budaya dan lingkungan

Glossary

terminologi yang kerap digunakan di gerakan sosial, budaya dan lingkungan beserta penjelasannya

Hak Asasi Manusia

pada dasarnya, manusia memiliki hak yang sama saat terlahir di muka bumi

Lingkungan

Memahami lingkungan menjadi kewajiban semua orang keseimbangan dunia tetap terjaga.

Home » Neoliberalisme, Perempuan dan Anak

Sepuluh Alasan Memboikot produk Nestlé

Submitted by syaldi on 24 October 2003 – 13:23No Comment

Mengapa kita harus memboikot Nestle? Bukankan mereka produsen berbagai makanan yang sudah diakui oleh dunia?

  1. nestle Nestle telah melanggar peraturan perdagangan internasional untuk produk makanan bayi. Peraturan tersebut di adopsi dari World Health Organization (WHO) untuk menjamin agar ibu yang sedang menyusui tidak segan memberikan Air Susu Ibu (ASI) dan susu instant-pengganti ASI-aman untuk dikonsumsi oleh bayi saat dibutuhkan. Sampai saat ini, sekitar 1.5 juta bayi meninggal di seluruh dunia setiap tahunnya akibat mereka tidak mendapatkan ASI.
  2. Nestlé saat ini sedang menghadapi tuntutan pengadilan di India akibat tidak/ lalai mencantumkan peringatan di label produk makanan bayi. Direktur Manager Nestlé setempat akan menghadapi ancaman hukuman penjara jika terbukti bersalah.
  3. Nestlé mengancam akan menutup pabriknya di Zimbabwe saat pemerintah setempat mengeluarkan peraturan perdagangan makanan bayi. Menteri Kesehatan, Timothy Stamps mengatakan bahwa ancaman tersebut hanya omong kosong dan kebijakan tersebut tetap akan di berlakukan.
  4. Nestlé tidak diperkenankan untuk melakukan kontak dengan ibu baik secara langsung maupun tidak langusng. Akan tetapi, di banyak negara yang menjadi target pemasaran, mereka membentuk “baby club”. Di Singapura, mereka membuat selebaran tentang hal tersebut di berbagai pusat kesehatan dengan semboyan “ Calling all mothers to be Nestlé Baby World …”
  5. Nestlé sering melakukan pelanggaran terhadap hukum yang berlaku di sebuah negara. Sebagai contoh, Nestlé di denda karena tidak menghiraukan peringatan dari pemerintah Kosta Rika untuk mengganti label di produk mereka.
  6. Bekas pegawai Nestlé di Pakistan, Syed Aamar Raza membeberkan praktek korup serta menyuap dokter demi kepentingan bisinisnya. Tindakan ini berakibat kepada pejabat tertinggi di perusahaannya. Saat Amar melaporkan masalah ini kepada managernya, dia mendapatkan. Sampai saat ini, demi keamanannya dia masih bersembunyi sehingga tidak dapat bertemu dengan keluarganya. Nestlé kemudian melakukan audit internal tetapi tidak memperkenankan para auditor untuk menghubungi Aamar. Mereka hanya diperkenankan meminta keterangan dari para dokter yang daftarnya dibuat atau sepengetahuan Nestlé.
  7. Nestlé telah menjadi target boikot di 20 negara karena perbuatan tercela dan tak bertanggung jawab dalam pemasaran makanan bayi.
  8. Public Relation Nestlé (UK) berusaha melakukan klarifikasi mengenai isu susu bayi namun mereka tidak dapat meyakinkan dalam debat publik dengan Baby Milk Action, sebuah lembaga yang mengungkap perilaku Nestlé.
  9. Pada November 2000, Parlemen Eropa telah melakukan dengar pendapat umum tentang malpraktek yang dilakukan oleh Nestlé dalam perdagangan makanan bayi. Dalam kesempatan itu, pihak manajemen Nestlé menolak untuk hadir. Mereka keberatan atas hadirnya saksi ahli dari the United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan International Baby Food Action Network (IBFAN). Belakangan, Nestlé mengklaim bahwa mereka memiliki sekitar 230 ribu pekerja.
  10. Pada mei 1999, sebuah kebijakan dikeluarkan oleh UK Advertising Standards Authority (ASA) melawan Nestlé tentang kampanye formula perdagangan yang jujur dan bertanggung jawab. ASA menemukan bahwa Nestlé tidak dapat melawan bukti yang dikeluarkan oleh kelompok kampanye Baby Milk Action.
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar blog.