Lumpur Lapindo: Kalahnya Negara Oleh Korporasi
30 May 2009 – 14:31 | 2 Comments

Tepat tanggal 29 Mei 2006, tiga tahun yang lalu bencana yang menimpa warga Porong, Jawa Timur  terjadi. Sebuah sumur pengeboran, Banjar Panji-1 milik PT. Lapindo Brantas menyemburkan lumpur yang kemudian merendam wilayah di sekitarnya. Akibatnya, …

Read the full story »
Budaya

manusialah yang membangun kebudayaan dan sebaliknya budayalah yang membentuk manusia hingga akhir zaman

Galeri

fragmen kehidupan dituangkan dalam berbagai media yang menyatukan manusia, budaya dan lingkungan

Glossary

terminologi yang kerap digunakan di gerakan sosial, budaya dan lingkungan beserta penjelasannya

Hak Asasi Manusia

pada dasarnya, manusia memiliki hak yang sama saat terlahir di muka bumi

Lingkungan

Memahami lingkungan menjadi kewajiban semua orang keseimbangan dunia tetap terjaga.

Home » Opini

Surat Ibu Ade Rosita kepada Arief Budiman mengenai LSM

Submitted by syaldi on 9 May 2004 – 20:05No Comment

bu-adeBung Arief, hampir separuh dari usia saya bergelut di LSM bahkan jauh sebelum ada yang namanya LSM kami merupakan kumpulan orang orang yang terpanggil sudah bekerja untuk mereka yang terpinggirkan dan kami memang menerima bantuan asing., tetapi kami bukan antek asing, bahkan ada kalanya timbul rasa terenyuh ternyata banyak orang orang asing yang lebih merasakan penderitaan dan kesengsaraan rakyat yang terpinggirkan dibandingkan dengan para elit yang berseliweran memamerkan mobil mewahnya, anda masih ingat cerita saya mengenai Herb Feith disaat akan kembali ke negerinya, dikeluarkan seluruh isi dompetnya dan agar uang tersebut saya pakai membantu anak anak yang kekurangan biaya sekolah

Jujur saja adakah lembaga atau orang kaya didalam negeri maupun pemerintah memberikan bantuan untuk kegiatan kita ? Bahkan mereka cenderung memusuhi kita karena kita dianggap pengganggu kenyamanan hidup mereka. Ketika sedang ramai ramainya penggusuran di Teluk Gong Kelurahan Penjaringan pada bulan Januari 2002, pada saat itu anda berada di Jakarta, adakah partai turun mengulurkan tangan membela nasib mereka yang digebukin oleh aparat Pemda? Bahkan ada dari mereka yang ditembak, padahal ketika pemilu menurut warga korban penggusuran suara mereka diberikan ke PDIP karena warga dijanjikan apabila PDIP menang pemukiman mereka tidak akan digusur karena itu jangan heran melihat bendera PDIP dengan gagah berkibaran sepamjang pemukiman, mereka diberikan KTP musiman setelah selesai pemilu KTP tidak diperpanjang, sehingga dengan seenaknya Pemda plus Sutiyoso menggusur mereka. Oleh karena itu ketika penggusuran terakhir saya menghubungi pengurus PDIP mereka datang sekitar sepuluh orang lengkap dengan atribut Partainya, tidak sampai satu jam, saya cari cari mereka sudah menghilang meninggalkan warga yang berteriak dan menangis menyaksikan pemukimannya digusur dan kami para LSM yang ikut merasakan sakitnya tongkat pemukul aparat Pemda bukan orang partai itu.

Dimanakah partai ketika LSM sibuk mondar mandir di kamp kamp pengungsian dibeberapa wilayah Indonesia. Seharusnya apa yang dilakukan oleh LSM menjadi tugas partai, siapa yang masih telaten sampai sekarang mendampingi mereka, apakah orang orang partai? Siapa yang turun lebih dulu ketika hari pertama banjir melanda Jakarta apakah orang partai ? Seingat saya LSM dan warga masyarakat. Bagi orang orang yang anti atau takut pada LSM seperti yang bung Arief katakan kami tidak pernah menjadi kacung asing, kami cukup mempunyai jiwa nasionalisme tetapi bukan dalam arti yang norak, seharusnya para elit partai introspeksi mengapa donatur asing lebih mempercayai LSM untuk menyalurkan bantuannya ketimbang pada mereka. Semoga saja mereka menjadi sadar diri dan berhenti bercuap cuap, beruntunglah saya selama ORBA setiap pemilu saya selalu merusak tanda gambar yang saya tusuk sehingga tidak sah dan pada pemilu terakhir jaman Habibi saya tidak datang ke TPS saya sudah bertekad untuk tidak ikut pemilu pada 2004 semoga saja diikuti oleh yang lainnya.

Maaf bung Arief kalau saya menulis terlalu panjang dan terkesan kasar saya hanya ingin melepaskan kemuakan saya kepada orang orang yang sok nasionalis padahal darimana dia makan dan memberikan kemewahan bagi anak istinya kalau bukan dari uang bantuan asing atau hutang luar negeri. Cukup dulu ya kalau saya tumpahkan semua kemuakan saya anda akan cape membacanya..

Senantiasa Ade R

Ade Rosita, aktif sebagai pekerja kemanusiaan sejak tahun 1970-an, saat ini aktif di Tim Relawan untuk Kemanusiaan dan sejumlah lembaga kemanusiaan lain.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar blog.