Utama » Perempuan dan Anak

Venus dari Willendorf

Artikel dikirim oleh pada 9 May 2007 – 01:45Belum Ada Komentar | 725 views

Venus dari Willendorf adalah nama yang diberikan terhadap sebuah patung figur perempuan yang ditemukan tahun 1908 oleh seorang arkeolog bernama Joseph Szombathy di sebuah lokasi dekat Willendorf, Austria. Patung tersebut terbuat dari batu, berukuran tinggi 110 mm dan diduga dibuat sekitar 30 ribu sampai 25 ribu tahun sebelum Masehi

Para arkeologi mengembangkan beberapa teori mengenai patung yang dibuat oleh suku pengembara tersebut. Teori pertama menduga bahwa patung tersebut adalah figur Dewi Venus sebagai simbol kesuburan. Patung perempuan ini memiliki perut dan dada yang amat gendut, serta daerah kemaluan yang diperbesar (yang mungkin melambangkan penciptaan) dan memiliki pigmen pewarna merah di daerah tersebut yang menggambarkan menstruasi sebagai lambang pemberi hidup.

Teori kedua menduga bahwa figur ini merupakan jimat keberuntungan yang digunakan oleh para pemburu laki-laki supaya teringat akan pasangan yang mereka tinggalkan, selain berfungsi sebagai pembawa keberuntungan. Dugaan ini dikuatkan oleh tidak adanya wajah pada patung tersebut, yang memberi kesan anonim dan misterius, dimana patung tersebut lebih dilihat sebagai obyek daripada sebagai person.

Kemungkinan ketiga adalah patung tersebut berfungsi sebagai penggambaran ibu bumi. Dugaan ini bertolak dari kegendutan patung tersebut, mengingat bahwa kaum perempuan dalam suku yang masih berburu tidak memiliki kesempatan banyak untuk menjadi gendut. Sebagai dewi, sudah tugasnya untuk menjamin kelancaran persediaan pangan, sehingga perburuan berjalan dengan baik. Pada jaman tersebut, kemampuan ibu yang memelihara kehidupan serta menyusui dianggap sangat penting, sehingga peran ibu menjadi menonjol.

Masyarakat pemburu tersebut mungkin menganut sistem matriarkal, di mana otoritas keluarga dan suku ada di tangan perempuan yang dihubungkan dengan kesuburan bumi. Venus dari Willendorf menunjukkan bahwa tubuh perempuan yang besar dan gendut saat itu lebih disukai, karena selain membawa keberuntungan, juga berperan dalam memberi kesuburan dan kelancaran pangan.(AWH)

Artikel terkait:

  1. Tubuh Perempuan yang Menjadi Soal
  2. Cerita dari Maluku; Episode 10 – Tentang Nuhu Evav dari Tenggara
Tags: ,

Tinggalkan komentar!

Tuliskan komentar Anda atau berikan trackback dari website Anda. Anda juga dapat berlangganan komentar artikel ini melalui RSS.

Tetap pada topic. Jangan lakukan spamming.

Anda dapat menggunakan tag HTML ini:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Website ini menggunakan Gravatar. Untuk mendapatkan avatar pribadi Anda, silakan register dan upload avatar Anda di Gravatar.