Lumpur Lapindo: Kalahnya Negara Oleh Korporasi
30 May 2009 – 14:31 | 2 Comments

Tepat tanggal 29 Mei 2006, tiga tahun yang lalu bencana yang menimpa warga Porong, Jawa Timur  terjadi. Sebuah sumur pengeboran, Banjar Panji-1 milik PT. Lapindo Brantas menyemburkan lumpur yang kemudian merendam wilayah di sekitarnya. Akibatnya, …

Read the full story »
Budaya

manusialah yang membangun kebudayaan dan sebaliknya budayalah yang membentuk manusia hingga akhir zaman

Galeri

fragmen kehidupan dituangkan dalam berbagai media yang menyatukan manusia, budaya dan lingkungan

Glossary

terminologi yang kerap digunakan di gerakan sosial, budaya dan lingkungan beserta penjelasannya

Hak Asasi Manusia

pada dasarnya, manusia memiliki hak yang sama saat terlahir di muka bumi

Lingkungan

Memahami lingkungan menjadi kewajiban semua orang keseimbangan dunia tetap terjaga.

Home » Perempuan dan Anak

Venus dari Willendorf

Submitted by idenk on 9 May 2007 – 01:45No Comment

Venus dari Willendorf

Venus dari Willendorf adalah nama yang diberikan terhadap sebuah patung figur perempuan yang ditemukan tahun 1908 oleh seorang arkeolog bernama Joseph Szombathy di sebuah lokasi dekat Willendorf, Austria. Patung tersebut terbuat dari batu, berukuran tinggi 110 mm dan diduga dibuat sekitar 30 ribu sampai 25 ribu tahun sebelum Masehi

venusPara arkeologi mengembangkan beberapa teori mengenai patung yang dibuat oleh suku pengembara tersebut. Teori pertama menduga bahwa patung tersebut adalah figur Dewi Venus sebagai simbol kesuburan. Patung perempuan ini memiliki perut dan dada yang amat gendut, serta daerah kemaluan yang diperbesar (yang mungkin melambangkan penciptaan) dan memiliki pigmen pewarna merah di daerah tersebut yang menggambarkan menstruasi sebagai lambang pemberi hidup.

Teori kedua menduga bahwa figur ini merupakan jimat keberuntungan yang digunakan oleh para pemburu laki-laki supaya teringat akan pasangan yang mereka tinggalkan, selain berfungsi sebagai pembawa keberuntungan. Dugaan ini dikuatkan oleh tidak adanya wajah pada patung tersebut, yang memberi kesan anonim dan misterius, dimana patung tersebut lebih dilihat sebagai obyek daripada sebagai person.

Kemungkinan ketiga adalah patung tersebut berfungsi sebagai venus2penggambaran ibu bumi. Dugaan ini bertolak dari kegendutan patung tersebut, mengingat bahwa kaum perempuan dalam suku yang masih berburu tidak memiliki kesempatan banyak untuk menjadi gendut. Sebagai dewi, sudah tugasnya untuk menjamin kelancaran persediaan pangan, sehingga perburuan berjalan dengan baik. Pada jaman tersebut, kemampuan ibu yang memelihara kehidupan serta menyusui dianggap sangat penting, sehingga peran ibu menjadi menonjol.

Masyarakat pemburu tersebut mungkin menganut sistem matriarkal, di mana otoritas keluarga dan suku ada di tangan perempuan yang dihubungkan dengan kesuburan bumi. Venus dari Willendorf menunjukkan bahwa tubuh perempuan yang besar dan gendut saat itu lebih disukai, karena selain membawa keberuntungan, juga berperan dalam memberi kesuburan dan kelancaran pangan.(AWH)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar blog.