Lumpur Lapindo: Kalahnya Negara Oleh Korporasi
30 May 2009 – 14:31 | 2 Comments

Tepat tanggal 29 Mei 2006, tiga tahun yang lalu bencana yang menimpa warga Porong, Jawa Timur  terjadi. Sebuah sumur pengeboran, Banjar Panji-1 milik PT. Lapindo Brantas menyemburkan lumpur yang kemudian merendam wilayah di sekitarnya. Akibatnya, …

Read the full story »
Budaya

manusialah yang membangun kebudayaan dan sebaliknya budayalah yang membentuk manusia hingga akhir zaman

Galeri

fragmen kehidupan dituangkan dalam berbagai media yang menyatukan manusia, budaya dan lingkungan

Glossary

terminologi yang kerap digunakan di gerakan sosial, budaya dan lingkungan beserta penjelasannya

Hak Asasi Manusia

pada dasarnya, manusia memiliki hak yang sama saat terlahir di muka bumi

Lingkungan

Memahami lingkungan menjadi kewajiban semua orang keseimbangan dunia tetap terjaga.

Home » Data, Pendidikan

Angka-Angka Biaya Krisis dan Pendidikan

Submitted by syaldi on 6 May 2009 – 14:18No Comment

money_1Angka-angka yang bikin miris:

Dana yang hilang dari proses restrukturisasi perbankan yang dikawal BPPN adalah 527,5 Trilyun. Kalkulator 10 digit tidak mampu menampung jumlah ini, jadi bisa dibayangkan betapa besarnya jumlah itu. BPPN mengistilahkan dana hilang itu sebagai “biaya krisis”.

Mari kita bandingkan dengan pembiayaan pendidikan:

Pengeluaran Keluarga untuk pendidikan untuk SD (negeri) rata-rata adalah Rp. 953.350,- /siswa/tahun.
Untuk tingkat SLTP (negeri) rata-rata adalah sebesar Rp.2.193.413 /siswa/tahun.
Untuk tingkat SMU (negeri) rata-rata adalah sebesar Rp.2.784.211 /siswa/tahun.

Dana yang hilang sebagai “biaya krisis” tersebut dapat membiayai:
553.312.005 (Lima ratus juta tiga ratus dua belas ribu lima) anak SD untuk waktu setahun alias dua kali lipat lebih jumlah penduduk Indonesia saat ini.
240.492.784 (Dua ratus empat puluh juta empat ratus sembilan puluh dua ribu tujuh ratus delapan puluh empat) anak SLTP untuk waktu setahun.
189.461.215 (Seratus delapan puluh sembilan juta empat ratus enam puluh satu dua ratus lima belas) anak SMU untuk setahun.

Jika jumlah penduduk yang menjadi sasaran pendidikan (usia 7-24 tahun) adalah 77.641.800 (Tujuh Puluh Tujuh Juta Enam Ratus Empat Puluh Satu Ribu Delapan Ratus) jiwa, maka “biaya krisis” tersebut dapat memberi mereka dana sebesar Rp.6.794.020,- per orang yang dapat digunakan untuk membiayai pendidikan mereka selama 41 bulan. (Jika kebutuhan siswa SD-SLTP-SMU negeri di rata-rata adalah Rp 1.976.991 /siswa/tahun).

Jika jumlah orang miskin di Indonesia tahun 1997 tercatat sebanyak 49,5 juta orang, maka “biaya krisis” itu dapat memberi mereka uang sejumlah Rp.10.656.565,- yang dapat membuat mereka bertahan hidup selama 15 bulan jika pengeluaran mereka dalam sebulan sebesar Rp. 700.000,- per orang (bukan per keluarga!).

Bagaimana dengan angka yang berkaitan dengan kasus Akbar Tanjung yaitu sebesar 35 milyar rupiah?
Uang sejumlah itu dapat membiayai pendidikan 36.712 anak SD untuk waktu setahun, 15.956 anak SLTP untuk setahun dan 12.570 anak SMU untuk setahun.
Jika uangnya dibagikan untuk 49,5 juta orang miskin, mereka dapat bertahan hidup selama satu bulan, jika pengeluaran dalam sebulan Rp. 700.000,- per orang (bukan per keluarga).

Perhitungan di atas baru memberikan gambaran untuk dua buah kasus penyelewengan dana saja. Padahal kita tahu ada berapa banyak kasus-kasus semacam ini di Indonesia. Kesempatan untuk membagi kesejahteraan kepada mereka yang membutuhkan lenyap begitu saja oleh keserakahan sekelompok orang. Kini masih percayakah anda bahwa Indonesia belum mampu membiayai pendidikan atau program penyelamatan dari kemiskinan?

Sumber data:

  • Kompas 14 Februari 2004
  • Laporan Hasil Penelitian Penyusunan Satuan Pendidikan SD, SLTP, SMU dan SMK Negeri, terbitan Depdiknas Biro Keuangan Sekretariat Jenderal 2001.
  • Data Depdiknas.
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar blog.