Lumpur Lapindo: Kalahnya Negara Oleh Korporasi
30 May 2009 – 14:31 | 2 Comments

Tepat tanggal 29 Mei 2006, tiga tahun yang lalu bencana yang menimpa warga Porong, Jawa Timur  terjadi. Sebuah sumur pengeboran, Banjar Panji-1 milik PT. Lapindo Brantas menyemburkan lumpur yang kemudian merendam wilayah di sekitarnya. Akibatnya, …

Read the full story »
Budaya

manusialah yang membangun kebudayaan dan sebaliknya budayalah yang membentuk manusia hingga akhir zaman

Galeri

fragmen kehidupan dituangkan dalam berbagai media yang menyatukan manusia, budaya dan lingkungan

Glossary

terminologi yang kerap digunakan di gerakan sosial, budaya dan lingkungan beserta penjelasannya

Hak Asasi Manusia

pada dasarnya, manusia memiliki hak yang sama saat terlahir di muka bumi

Lingkungan

Memahami lingkungan menjadi kewajiban semua orang keseimbangan dunia tetap terjaga.

Home » Hak Asasi Manusia, Militerisme, Press Release

Demokrasi Tanpa Penegakan HAM Adalah Demokrasi Tanpa Makna

Submitted by syaldi on 19 May 2009 – 09:19No Comment

logo-kontrasTransisi politik di Indonesia adalah transisi yang kompleks dan rapuh. Transisi itu tidak hanya menunjukkan bangunan impunitas yang terpelihara tetapi juga memperlihatkan praktek demokrasi politik yang tanpa makna.

Kami menilai koalisi politik para kontestan Pemilu 2009 lebih didasarkan pada upaya memenangkan kekuasaan semata tanpa diiringi dengan komitmen penegakan HAM yang menjadi elemen dasar demokrasi. Majunya Prabowo dan Wiranto sebagai kontestan Pilpres dalam Pemilu 2009 adalah wujud dari rendahnya komitmen koalisi aktor politik terhadap penegakan HAM itu sendiri. Hal ini mengingat kedua orang itu adalah individu yang diduga kuat bertangungjawab atas terjadinya kejahatan berat HAM di masa lalu; Penculikan Aktivis, kasus Trisakti, Semanggi I dan II, Kerusuhan Mei ’98 dan kasus Timor Timur. Semua kasus ini merupakan horor terhadap kemanusiaan di mana pengakuan akan suatu pertanggungjawaban merupakan harga mati.

Sebagai negara hukum, peradilan untuk menuntaskan kasus-kasus tersebut adalah keharusan. Impunitas adalah harus diakhiri dalam suatu sistem politik demokrasi. Sebab, praktek impunitas tidak hanya menunjukkan bagaimana secara moral negara gagal mewujudkan akuntabilitasnya, namun juga secara politik akan membahayakan arah transisi demokrasi ke depan. Di titik ini Pemerintahan SBY-JK beserta parlemen berkontribusi besar terhadap langgengnya kejahatan itu sendiri karena hingga hampir di akhir periodenya, mekanisme pertanggungjawaban negara masih absen.

Situasi demikian telah menempatkan demokrasi berada dipersimpangan makna. Politik pemilu 2009 tidak lebih hanya sebagai sarana untuk melindungi kejahatan HAM yang terjadi dan juga memperkukuh bangunan impunitas yang telah terpelihara.

Kami mengecam otoritas negara yang secara sengaja melanggengkan impunitas dan juga mengecam kepada para politisi yang memberikan ruang kepada individu yang diduga kuat bertangungjawab atas terjadinya kejahatan HAM berat di masa lalu sebagai pasangan kandidat wakil presiden.

Kami meminta kepada publik untuk secara seksama memperhatikan track record dan komitmen HAM para kontestan pemilu 2009. Dengan menjadikan HAM sebagai dasar pertimbangan dalam memilih pada pemilu 2009-lah demokrasi kita menjadi selamat. Menolak mereka untuk menjadi pejabat publik dalam pemilu merupakan suatu pilihan di tengah-tengah terjadinya ‘impunity gap´. Publik harus sadar bahwa melupakan kejahatan di masa lalu akan membiarkan kejahatan serupa berulang dan mengabaikan jejak rekam para pejahat HAM membuat mereka tidak merasa jera.

Jakarta, 19 Mei 2009

Koalisi Pejuang HAM Indonesia

sumber: www.kontras.org

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar blog.