Lumpur Lapindo: Kalahnya Negara Oleh Korporasi
30 May 2009 – 14:31 | 2 Comments

Tepat tanggal 29 Mei 2006, tiga tahun yang lalu bencana yang menimpa warga Porong, Jawa Timur  terjadi. Sebuah sumur pengeboran, Banjar Panji-1 milik PT. Lapindo Brantas menyemburkan lumpur yang kemudian merendam wilayah di sekitarnya. Akibatnya, …

Read the full story »
Budaya

manusialah yang membangun kebudayaan dan sebaliknya budayalah yang membentuk manusia hingga akhir zaman

Galeri

fragmen kehidupan dituangkan dalam berbagai media yang menyatukan manusia, budaya dan lingkungan

Glossary

terminologi yang kerap digunakan di gerakan sosial, budaya dan lingkungan beserta penjelasannya

Hak Asasi Manusia

pada dasarnya, manusia memiliki hak yang sama saat terlahir di muka bumi

Lingkungan

Memahami lingkungan menjadi kewajiban semua orang keseimbangan dunia tetap terjaga.

Home » Hak Asasi Manusia, Konflik dan Perdamaian, Pengungsi, Perempuan dan Anak

Fakta- Fakta Seputar Perempuan dan Pengungsi Perempuan

Submitted by syaldi on 9 May 2009 – 07:41No Comment
  • mothers-of-the-worldAda kurang lebih 50 juta orang terpindah di dunia yaitu mereka yang mengungsi ke negara lain maupun mereka yang menjadi pengungsi di negara sendiri. Antara 75- 80% di antara mereka adalah perempuan dan anak- anak.
  • Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) menangani sejumlah 21,8 juta orang- orang tercerabut/ terpindah ini, di mana setengah dari mereka adalah perempuan dan anak- anak. (data akhir 2001)
  • Mayoritas orang mengungsi disebabkan karena perang. Dan proporsi korban perang dari kalangan sipil melonjak jauh dalam dasawarsa ini dari 5% menjadi lebih dari 90% dari keseluruhan korban. 80% korban adalah perempuan dan anak- anak, di mana jumlah ini jauh lebih besar daripada jumlah korban dari kalangan militer.
  • Kekerasan Domestik adalah bentuk kekerasan terhadap perempuan yang paling meluas. Hanya 44 negara secara spesifik melindungi perempuan terhadap kekerasan domestik.
  • Kaum perempuan merupakan subyek kekerasan seksual yang meluas. Di Bosnia dan Rwanda perkosaan merupakan tehnik perang yang disengaja. Lebih dari 20.000 perempuan muslim di Bosnia diperkosa dalam satu tahun saja, yaitu tahun 1992, dan sebagian besar perempuan yang survive di Rwanda tahun 1995 telah mengalami serangan seksual.
  • Perkosaan banyak dilakukan oleh penyerang yang sebelumnya sudah dikenal oleh korban. Antara 40-60% penyerangan seksual dilakukan terhadap perempuan di bawah umur 16 tahun.
  • Lebih dari 300 ribu kaum muda, banyak di antaranya pengungsi perempuan, menjadi serdadu kanak- kanak di seluruh dunia. Anak perempuan sering dipaksa bekerja ke berbagai bentuk perbudakan seksual.
  • Lebih dari 16,4 juta perempuan saat ini mengidap HIV/AIDS dan prosentase perempuan yang tertular penyakit ini meningkat dari 41% menjadi 47% dari seluruh populasi penderita. Di belahan sub-Sahara Afrika, remaja putri beresiko 5 kali lebih besar untuk tertular dibanding remaja putra.
  • Pendidikan seks dan pelatihan seksualitas cara aman membawa hasil yang dramatis. Di Uganda, prosentase penularan penyakit seksual di antara perempuan terdidik berkurang menjadi setengah antara 1995 dan 1997.
  • Sudah 170 negara mengambil bagian atas Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan untuk melindungi hak- hak perempuan dan mencapai kesetaraan jender.
  • Statuta dari Pengadilan Kejahatan Internasional yang diadopsi tahun 1998 memberikan kuasa kepada Pengadilan tersebut untuk bertindak terhadap segala bentuk luas dari penyerangan termasuk perkosaan, perbudakan seksual, prostitusi paksa, dan kehamilan paksa.
  • Mayoritas korban perdagangan manusia (ya, masih ada di jaman modern ini) adalah perempuan, khususnya mereka yang terkait dengan industri seks. Perempuan amat rapuh terhadap praktek perdagangan ini karena tingkat pelindungan individual yang rendah, kesempatan ekonomis yang kecil juga dalam hal kepemilikan. Jumlah terbesar perempuan yang diperdagangkan berasal dari Asia Tenggara dan Asia Selatan, juga bekas Uni Sovyet. Banyak korban dijual oleh keluarga mereka sendiri.
  • Kurang lebih 45 ribu rumah tangga di Rwanda dikepalai oleh anak- anak, 90% diantaranya perempuan.
  • Kurang lebih 1,3 milyar orang di seluruh dunia, 70% diantaranya perempuan, hidup dalam kemiskinan absolut, yaitu hanya hidup dengan kurang dari US$ 1/ hari
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar blog.