<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Lumpur Lapindo: Kalahnya Negara Oleh Korporasi</title>
	<atom:link href="http://sekitarkita.com/2009/05/lumpur-lapindo-kalahnya-negara-oleh-korporasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekitarkita.com/2009/05/lumpur-lapindo-kalahnya-negara-oleh-korporasi/</link>
	<description>Hak Asasi Manusia, Budaya dan Lingkungan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Dec 2011 10:42:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
	<item>
		<title>By: setyono</title>
		<link>http://sekitarkita.com/2009/05/lumpur-lapindo-kalahnya-negara-oleh-korporasi/#comment-127</link>
		<dc:creator>setyono</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 19:30:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sekitarkita.com/?p=1509#comment-127</guid>
		<description>judulnya harusnya...kalahnya hati dengan uang....
karena tak akan selesai jika mata pemimpin kita yang dikalahkan uang...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>judulnya harusnya&#8230;kalahnya hati dengan uang&#8230;.<br />
karena tak akan selesai jika mata pemimpin kita yang dikalahkan uang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Komunikasi UII &#187; test</title>
		<link>http://sekitarkita.com/2009/05/lumpur-lapindo-kalahnya-negara-oleh-korporasi/#comment-126</link>
		<dc:creator>Komunikasi UII &#187; test</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 06:51:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sekitarkita.com/?p=1509#comment-126</guid>
		<description>[...] Tapi apa yang terjadi, ganti rugi yang dimaksud adalah proses jual beli tanah yang terdampak. Tanah yang terkena dampak kemudian dibeli, dan tentunya dengan harga yang murah. Jadi, di mana prinsip ganti ruginya? Yang ada adalah pembelian tanah oleh Lapindo. Untuk urusan inipun, Lapindo berkali-kali tidak menepati janjinya dan terkesan mengulur. Berbagai skema ganti rugi mereka tawarkan hingga alasan meeka tidak sanggup memberikan ganti rugi.  Padahal, aset keluarga Bakrie,  pemilik PT. Lapindo Brantas meningkat 83,66% atau sekitar Rp 42,9 Trilyun.1 [...] </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Tapi apa yang terjadi, ganti rugi yang dimaksud adalah proses jual beli tanah yang terdampak. Tanah yang terkena dampak kemudian dibeli, dan tentunya dengan harga yang murah. Jadi, di mana prinsip ganti ruginya? Yang ada adalah pembelian tanah oleh Lapindo. Untuk urusan inipun, Lapindo berkali-kali tidak menepati janjinya dan terkesan mengulur. Berbagai skema ganti rugi mereka tawarkan hingga alasan meeka tidak sanggup memberikan ganti rugi.  Padahal, aset keluarga Bakrie,  pemilik PT. Lapindo Brantas meningkat 83,66% atau sekitar Rp 42,9 Trilyun.1 [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

