Pages Navigation Menu

Hak Asasi Manusia, Budaya dan Lingkungan

Langkah-langkah untuk Mengurangi Pemanasan Global

Langkah-langkah untuk Mengurangi Pemanasan Global

Pemanasan global merupakan isu yang sangat kompleks yang melibatkan semua pihak di seluruh dunia. Isu ini terkait dengan masalah kemiskinan, pembangunan, pertumbuhan ekonomi, pertambahan penduduk serta penggunaan energi. Harus diakui, sangat sulit untuk mengatasinya karena dibutuhkan aksi-aksi lokal secara global.  Untuk mendorong aksi-aksi lokal dalam meminimalkan dampak pemanasan global ini diperlukan pemahaman dan kesadaran semua pihak untuk terlibat dalam upaya-upaya pencegahan pemanasan global.

Sebagai orang yang tinggal di planet bumi, kita dapat turut serta mengurangi ter-emisi-nya gas rumah kaca ke atmosfer melalui tindakan nyata, yaitu :

Hemat Energi

  • Mematikan semua alat elektronik saat tidak digunakan. Kerlip merah penanda stand by menunjukkan alat tersebut masih menggunakan listrik yang berarti masih turut serta mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer.
  • Memilih perlengkapan elektronik yang hemat energi.

Hemat Air

  • Mematikan kran saat menggosok gigi
  • Menggunakan air bekas cucian sayur dan beras, atau air hujan untuk menyiram tanaman.
  • Memperbaiki kran yang bocor dengan segera.
  • Mandi dengan menggunakan shower karena mandi berendam merupakan cara mandi yang boros air.
  • Menghindari penggunaan selang atau gunakanlah kaleng penyiram tanaman atau ember untuk mencuci mobil/motor.
  • Menyiram tanaman pada sore hari agar air mudah meresap kedalam akar.
  • Biarkan rumput di halaman rumah tumbuh lebih tinggi karena hal ini akan mengurangi konsumsi air bagi tanaman

Membantu Mengurangi Tumpukan Sampah Dunia

  • Menghemat pemakaian kertas.  Selalu menggunakan kertas di kedua sisinya dan menggunakan kembali amplop
  • bekas atau membuat amplop dari kertas bekas.  Jika kita hemat dalam menggunakan kertas berarti kita juga menghemat kayu dan mengurangi tumpukan sampah dari kertas.
  • Selalu menggunakan prinsip ”3 R” (Reduce, Reuse, Recycle) dan melakukan penanaman tanaman (Replanting) di  pekarangan rumah.
  • Memilih produk yang dapat digunakan secara berulang kali.
  • Jangan membeli produk yang menggunakan kemasan berlebihan.
  • Membeli produk yang dapat didaur ulang atau produk daur ulang, misalnya tisu toilet, alat tulis dan lain-lain.
  • Membawa kantong belanjaan sendiri atau gunakan plastik bekas pakai ketika berbelanja.
  • Membeli barang dalam jumlah besar lebih menghemat pengepakan, uang dan transportasi.

Membantu Mengurangi Pencemaran Udara, Air dan Tanah.
?    Membeli bahan makanan organik. Proses penanaman bahan-bahan makanan non organik menggunakan bahan kimia
berbahaya, misalnya pestisida dan pupuk kimia.  Selain berbahaya bagi kesehatan, bahan-bahan tersebut juga mencemari tanah dan air di sekitar pertanaman tersebut.

  • Membeli/mengkonsumsi buah dan sayur yang sedang musim untuk mengurangi biaya transportasi. Import buah dan sayur yang tidak sedang musim membutuhkan transportasi yang brlebihan. Hal ini berarti penggunaan bahan bakar fosil lebih banyak, sehingga akan mengemisikan gas rumah kaca lebih banyak pula.
  • Menggunakan produk pembersih yang biodegradable, sehingga bahan kimia yang terkandung, akan memberikan dampak minimal pada sistem tanah dan air kita.
  • Menggunakan transportasi publik, bersepeda atau berjalan kaki daripada menggunakan mobil untuk berangkat kantor.
  • Jika berkendaraan untuk berangkat ke kantor, usahakan untuk berangkat bersama dengan teman yang tinggal berdekatan atau sekantor. Menggunakan satu mobil untuk beberapa penumpang akan lebih ramah lingkungan daripada menggunakan mobil masing-masing.

Sumber informasi :

  1. Bumi Makin Panas (booklet).  2004.  Diterbitkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup, JICA dan Yayasan Pelangi.
  2. Indonesia dan Perubahan Iklim (booklet). Program Iklim dan Energi , WWF-Indonesia. www.wwf.or.id/climate
  3. Climate Change Scenarios for Indonesia (leaflet). 1999.  Diterbitkan oleh Climatic Research Unit (CRU), UEA, UK dan WWF.
  4. Perilaku Ramah Lingkungan. 2007.  Website WWF Indonesia : www.wwf.or.id

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>