<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perspektif Multikulturalisme, Salah Satu Penyelesaian Masalah Diskriminasi Etnis keturunan Tionghoa</title>
	<atom:link href="http://sekitarkita.com/2009/06/perspektif-multikulturalisme-salah-satu-penyelesaian-masalah-diskriminasi-etnis-keturunan-tionghoa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sekitarkita.com/2009/06/perspektif-multikulturalisme-salah-satu-penyelesaian-masalah-diskriminasi-etnis-keturunan-tionghoa/</link>
	<description>Hak Asasi Manusia, Budaya dan Lingkungan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Dec 2011 10:42:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
	<item>
		<title>By: idipta</title>
		<link>http://sekitarkita.com/2009/06/perspektif-multikulturalisme-salah-satu-penyelesaian-masalah-diskriminasi-etnis-keturunan-tionghoa/#comment-130</link>
		<dc:creator>idipta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 00:12:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sekitarkita.com/?p=1338#comment-130</guid>
		<description>terimaksih atas bahannya, saya minta sedikit untuk saya jadikan bahan kuliah.... sebenarnya saya sepakat ketika anda mengungkapkan tidak boleh ada diskriminasi, namun saya juga tidak sependapat terhadap anda tentang cara asimilasi budaya dan eksklusifitas etnis tionghoa, sebagaimana yang anda sebutkan tadi bahwa asimilasi terjadi melalui perkawinan, namun disisi lain anda menyebutkan perkawinan itu terjadi antar peranakan tionghoa, bukan tionghoa dengan pribumi. dengan begitu mana mungkin terjadi asimilasi, karena pada dasarnya dalam darah mereka hanya ada darah nenek moyang mereka seperti ras, gen dan budaya. contoh konkret adalah saya sendiri, kakek saya adalah seorang jawa dan nenek saya seorang keturunan tionghoa, ketika mereka menikah mereka mendapat pertentangan dari pihak nenek,dengan alasan rasis bukan karena budaya, dan hanya sedikit sekali yang padasaat ini ras tionghoa yang mau dengan ras pribumi.  sehingga kurang bijak jika anda menyebutkan asimilasi melalui perkawinan akan tetapi etnis tionghoa sendiri masih ekslusif pada ras mereka, dan jika anda menyebutkan bahwa identitas tionghoa berasal dari budaya, agama, bahasa, dsb... anda salah besar, karena tionghoa di bedakan bukan saja hanya pada budaya semata tapi juga berdasarkan ras, sebagaimana kakek saya di tolak oleh buyut dari nenek saya, karena alasan ras, bukan budaya,atau agama. mohon maaf....dan terima kasih....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terimaksih atas bahannya, saya minta sedikit untuk saya jadikan bahan kuliah&#8230;. sebenarnya saya sepakat ketika anda mengungkapkan tidak boleh ada diskriminasi, namun saya juga tidak sependapat terhadap anda tentang cara asimilasi budaya dan eksklusifitas etnis tionghoa, sebagaimana yang anda sebutkan tadi bahwa asimilasi terjadi melalui perkawinan, namun disisi lain anda menyebutkan perkawinan itu terjadi antar peranakan tionghoa, bukan tionghoa dengan pribumi. dengan begitu mana mungkin terjadi asimilasi, karena pada dasarnya dalam darah mereka hanya ada darah nenek moyang mereka seperti ras, gen dan budaya. contoh konkret adalah saya sendiri, kakek saya adalah seorang jawa dan nenek saya seorang keturunan tionghoa, ketika mereka menikah mereka mendapat pertentangan dari pihak nenek,dengan alasan rasis bukan karena budaya, dan hanya sedikit sekali yang padasaat ini ras tionghoa yang mau dengan ras pribumi.  sehingga kurang bijak jika anda menyebutkan asimilasi melalui perkawinan akan tetapi etnis tionghoa sendiri masih ekslusif pada ras mereka, dan jika anda menyebutkan bahwa identitas tionghoa berasal dari budaya, agama, bahasa, dsb&#8230; anda salah besar, karena tionghoa di bedakan bukan saja hanya pada budaya semata tapi juga berdasarkan ras, sebagaimana kakek saya di tolak oleh buyut dari nenek saya, karena alasan ras, bukan budaya,atau agama. mohon maaf&#8230;.dan terima kasih&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

