Artikel dengan kata kunci: KPP HAM Trisakti
Trisakti, Semanggi I dan II; perjuangan tiada akhir
Latar belakang kasus
“Tidak mudah memang untuk mendapatkan keadilan”, inilah yang dirasakan oleh korban dan keluarga korban dari Tragedi Trisakti, Semanggi I dan II (TSS) . Perjuangan mereka dalam menuntut pengungkapan fakta dan penyelesaian kasus masih terus berlangsung hingga saat ini. Berbagai kendala dan halangan terus berada didepan mereka. “kami membantu …
Laporan Hasil Penyelidikan KPP HAM Trisakti, Semanggi I dan II
I. Pengantar
Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi mandat yang dikeluarkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tanggal 27 Agustus 2001, Nomer 034/KOMNAS HAM/VII/2001 berdasarkan pertimbangan bahwa dalam peristiwa Trisakti 12 Mei 1998, Semanggi I 13-14 Nopember 1998 dan Semanggi II 23-24 September 1999, diduga telah terjadi pelanggaran hak asasi …
DPR: Suara Rakyatkah yang Kau Dengar?
Peristiwa aksi protes mahasiswa universitas Trisakti 12 Mei 1998, aksi protes Sidang Istimewa MPR 13 November 1998 dan aksi protes Rancangan Undang Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya 23 September 1999 belum terungkap meskipun desakan dari masyarakat begitu kuat.
Dalam peristiwa Trisakti 12 Mei 1998, empat orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka akibat …
Komnas HAM Membentuk KPP HAM Trisakti, Semanggi I-II
Kasus Trisakti, Semanggi I-II yang telah usai dibahas dalam Pansus DPR dan telah paripurna tugasnya, ternyata tidak melegakan hati para korban dan keluarga korban, bahkan justru mengecewakan. Ternyata dari hasil Pansus DPR tersebut direkomendasikan bahwa kasus Trisakti, Semanggi I-II hanya diselesaikan melalui pengadilan biasa atau melalui pengadilan militer yang sudah …
Kedatangan Keluarga Korban ke rumah Wiranto
Di depan rumah putih berpagar hijau yang merupakan rumah Jenderal Wiranto di kawasan Simprug Golf, Jakarta Selatan, Maria, orang tua salah satu korban Tragedi Semanggi I membacakan surat yang ditujukan kepada Wiranto yang antara lain berisi,
“… kami keluarga korban peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II, bermaksud datang menjumpai Bapak dengan …





