Artikel dengan kata kunci: tragedi trisakti
Penantian Panjang Keluarga – Korban Kerusuhan Mei ’98
Sebelas tahun berlalu sudah peristiwa kerusahan Mei 1998 ketika ratusan orang miskin dibumi hanguskan secara sistematis oleh kekuasan preatorianistik dan seketika itu juga peristiwa tersebut disiarkan televisi mancanegara. Kekerasan massal bernuansa rasila tersebut dibarengi oleh dua peristiwa sebelumnya yang tak kalah mengerikan yaitu penembakan empat mahasiswa Trisakti dan penculikan aktivis …
Trisakti, Semanggi I dan II; perjuangan tiada akhir
Latar belakang kasus
“Tidak mudah memang untuk mendapatkan keadilan”, inilah yang dirasakan oleh korban dan keluarga korban dari Tragedi Trisakti, Semanggi I dan II (TSS) . Perjuangan mereka dalam menuntut pengungkapan fakta dan penyelesaian kasus masih terus berlangsung hingga saat ini. Berbagai kendala dan halangan terus berada didepan mereka. “kami membantu …
Melawan Budaya Pelupaan
Hiruk-pikuk situasi politik di negeri terasa hingga terasa membingungkan. Semuanya masyarakat seolah tersedot perhatiannya ke politik praktis yang tak mendidik. Media dengan gegap gempita mengangkat situasi tersebut demi mengejar rating dan iklan.
Semuanya seolah berusaha melupakan sebuah peristiwa yang menandai catatan sejarah bangsa di bulan ini, Tragedi Trisakti dan Tragedi Mei …
Kronologi Singkat Tragedi Mei ’98
Tidak ada yang dapat membantah bahwa peristiwa Kerusuhan Mei 1998 berkait dengan Kasus Trisakti 1998 yang terjadi sehari sebelumnya. Banyak ahli atau orang awam yang berpendapat bahwa peristiwa Trisakti yang menyebabkan terjadinya peristiwa ini tetapi ada pula yang berpikir lain, peristiwa ini merupakan design besar dan Trisakti menjadi salah satu …
Kedatangan Keluarga Korban ke rumah Wiranto
Di depan rumah putih berpagar hijau yang merupakan rumah Jenderal Wiranto di kawasan Simprug Golf, Jakarta Selatan, Maria, orang tua salah satu korban Tragedi Semanggi I membacakan surat yang ditujukan kepada Wiranto yang antara lain berisi,
“… kami keluarga korban peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II, bermaksud datang menjumpai Bapak dengan …





